Basiyo – Jaka Bodho

Dalam lakon dagelan mataram kali ini Basiyo berperan sebagai Jaka Bodho bersama dengan rekan – rekannya dari Sapta Mandala Kodam VII Diponegoro (sekarang Kodam IV).
Dikisahkan Jaka Bodho mengembara mencari kakaknya Jaka Wasis. Di tengah perjalanan dia berjumpa dengan dewa yang memberinya dua buah benda pusaka. Pusaka yang pertama adalah Banyak Emas yang bisa menyediakan berbagai makanan dan minuman yang lezat bagi pemiliknya. Sedangkan pusaka lainnya berupa tongkat yang bernama Teken Kayu Zaitun dimana di dalamnya terdapat jin yang siap membantu pemiliknya.
Sementara itu di Kerajaan Darussalam dimana Prabu Kusnun dibantu oleh Patih Syamsul Haji memerintah telah terjadi suatu malapetaka. Putri dari Prabu Kusnun yang bernama Kusuma Dewi Arum Manis menderita sakit keras. Sakitnya itu disebabkan oleh Jin Barakun milik Raja Kerajaan Bantar Angin Prabu Klono Tunjung Dimurti yang merasuki tubuh Sang Putri. Adapun niat dari Prabu Klono Tunjung Dimurti mengutus jin miliknya membuat malapetaka dengan merasuki tubuh Kusuma Dewi Arum Manis adalah untuk menjadikannya sebagai istri pada suatu saat nanti. Prabu Kusnun pun membuat sayembara barang siapa yang bisa menyembuhkan sakit Kusuma Dewi Arum Manis akan dinikahkan dengannya.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya Jaka Bodho pun bertemu dengan Jaka Wasis kakaknya yang telah mempunyai istri Endang Mari Kangen. Pada awalnya kehadirannya tidak diterima, tetapi karena Endang Mari Kangen tertarik Banyak Emas miliknya dan dengan bantuan jin penghuni Teken Kayu Zaitun akhirnya kehadirannya diterima juga. Sayang kebahagiaan Jaka Bodho yang telah bertemu dengan kakaknya tidak berlangsung lama, karena ditinggal sang kakak pergi ke Kerajaan Darussalam untuk mengikuti sayembara.
Bagaimana akhir kisah dagelan mataram ini, sumonggo dipun download lan sugeng midangetaken sinambi leyeh – leyeh.

Link download :
Basiyo – Jaka Bodho mp3

Basiyo – Kapusan  

Dagelan mataram dengan lakon Kapusan ini diperankan oleh Basiyo, Jariyah, Bu Tik, dan Kalidi bersama Karawitan Condong Raos pimpinan Ki Nartosabdho. Direkam dalam bentuk pita kaset oleh Fajar Record.
Dikisahkan Basiyo dan istrinya adalah orang yang berkecukupan, bertolak belakang dengan nasib adiknya yaitu Ngadimin yang beristrikan Genduk yang hidup dalam kesusahan. Putus asa karena usahanya meminjam uang kepada kakaknya selalu gagal membuat Genduk mempunyai akal menemui Pak Bas mengabarkan bahwa Ngadimin suaminya meninggal. Hal ini tentu saja tanpa sepengetahuan Ngadimin. Mendengar kabar bahwa adik laki-lakinya itu telah meninggal membuat Pak Bas tersentuh hatinya dan memberikan sejumlah uang kepada Genduk untuk membantu upacara pemakaman.
Tanpa sepengetahuan Genduk, ternyata hal yang sama dilakukan oleh Ngadimin kepada Bu Bas. Dia mengabarkan bahwa istrinya telah meninggal. Dan Bu Bas pun memberikan sejumlah uang untuk keperluan upacara pemakaman pula.
Sumonggo dipun download lan sugeng midangetaken sinambi leyeh-leyeh.

Link download :
Basiyo – Kapusan mp3

Basiyo – Kecemplung Jurang

Dikisahkan Basiyo adalah seorang pengangguran. Sementara istrinya mencari nafkah dengan berjualan di pasar. Di rumah mereka tinggal pula Yulia adik ipar Basiyo yang diam-diam dicintainya.
Ketika ditinggal istrinya berjualan di pasar, Basiyo gandrung kepada Yulia. Akan tetapi hal tersebut ternyata diketahui istrinya dan akhirnya minta untuk diceraikan. Yulia pun diusir dari rumah itu.
Akhirnya Basiyo menitipkan Yulia di rumah Arjo Gepeng adik kandungnya dan berpesan kepadanya suatu saat Yulia akan dinikahinya. Adapun anak Arjo Gepeng yang diperankan oleh Ngabdul jatuh cinta kepada Yulia ketika pertama kali melihatnya. Dan Yulia pun menerima cinta Ngabdul.

Bagaimana akhir kisah dagelan mataram ini? Sumonggo dipun download.

Link download :
Basiyo – Kecemplung Jurang mp3

Basiyo – Bakul Gudheg

Dalam lakon dagelan mataram ini diceritakan Basiyo berjualan gudeg dengan istrinya. Masalah timbul ketika Hardjo Gepeng akan mengambil pesanannya.
Hardjo Gepeng memesan areh dan telur istimewa untuk acara pertemuan warga yang akan diadakan di rumahnya. Tapi lebih dari satu bulan kemudian atau tepatnya kira-kira selapan dina pesanan itu baru diambil. Pesanan yang dibuat sebulan yang lalu itu tentu saja sudah basi. Bahkan sudah mulai ditumbuhi jamur pula.
Hardjo Gepeng menolak untuk menerima pesanannya itu. Akan tetapi Basiyo memaksanya untuk menerima dan membayar lima puluh ribu rupiah untuk duapuluh buah telur dan areh pesanannya dengan alasan apabila dulu telur itu ditetaskan, sekarang tentu telah menjadi ayam yang harga per ekornya lima belas ribu rupiah.
Akhirnya masalah ini dibawa ke kelurahan oleh mereka berdua. Dan Pak Lurah pun bisa menyelesaikannya dengan baik.
Link download :

MELESTARIKAN BUDAYA JAWA

Nilai-nilai jawa yang adiluhung dapat dijadikan sebagai modal kultural umtuk membangun identitas dan karakter masyarakat jawa. Identitas dan karakter diharapkan tidak hanya lahir dalam fisik. Penampilan fisik dalam hal berbusana kejawen atau dalam bahasa jawa. Identitas dan karakter tersebut sebagai nilai-nilai mendasar dalam sikap hidup, kearifan lokal dan kejeniusan lokal. Ditengah gempuran-gempuran budaya asing saat budaya jawa tertidur, tak bisa lagi menjadi tuan didaerahnya sendiri.

Generasi muda cenderung menikmati budaya dari luar sebagai sarana berekpresi untuk diterima dalam pergaulan. Budaya dari luar dijadikan identitas untuk membentuk karakter sikap hidup. Nilai-nilai budaya luar cenderung tidak sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal menjadi senjata ampuh mendobrak tatanan budaya jawa. Siapakah yang akan melestarikan budaya jawa, bila generasi penerusnya enggan untuk melestarikannya? Saatnya untuk menggugah generasi penerus untuk mencintai budayanya sendiri sebelum budaya jawa tenggelam didasar budaya global.
Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai basis budaya jawa diharapkan mampu menjadi benteng kebudayaannya sendiri. Budaya jawa menjadi sebuah modal membangun pariwisata yang dapat memberikan lapangan pekerjaan ditengah sulitnya mendapatkan pekerjaan akibat krisis global. Pariwisata budaya memberikan nilai ekonomi yang dapat menyejahterakan masyarakat bila digarap secara optimal. Wariskan budayanya sendiri kepada generasi penerus bangsa.