MELESTARIKAN BUDAYA JAWA

Nilai-nilai jawa yang adiluhung dapat dijadikan sebagai modal kultural umtuk membangun identitas dan karakter masyarakat jawa. Identitas dan karakter diharapkan tidak hanya lahir dalam fisik. Penampilan fisik dalam hal berbusana kejawen atau dalam bahasa jawa. Identitas dan karakter tersebut sebagai nilai-nilai mendasar dalam sikap hidup, kearifan lokal dan kejeniusan lokal. Ditengah gempuran-gempuran budaya asing saat budaya jawa tertidur, tak bisa lagi menjadi tuan didaerahnya sendiri.

Generasi muda cenderung menikmati budaya dari luar sebagai sarana berekpresi untuk diterima dalam pergaulan. Budaya dari luar dijadikan identitas untuk membentuk karakter sikap hidup. Nilai-nilai budaya luar cenderung tidak sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal menjadi senjata ampuh mendobrak tatanan budaya jawa. Siapakah yang akan melestarikan budaya jawa, bila generasi penerusnya enggan untuk melestarikannya? Saatnya untuk menggugah generasi penerus untuk mencintai budayanya sendiri sebelum budaya jawa tenggelam didasar budaya global.
Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai basis budaya jawa diharapkan mampu menjadi benteng kebudayaannya sendiri. Budaya jawa menjadi sebuah modal membangun pariwisata yang dapat memberikan lapangan pekerjaan ditengah sulitnya mendapatkan pekerjaan akibat krisis global. Pariwisata budaya memberikan nilai ekonomi yang dapat menyejahterakan masyarakat bila digarap secara optimal. Wariskan budayanya sendiri kepada generasi penerus bangsa.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.